Langsung ke konten utama

Lembar kedua untuk halaman tak terhingga

Tulisan kedua disini, baiklah..mari kita coba.


Sekian tahun hidup dalam lingkungan orang-orang yang isi kepalanya sangat beragam, sedikit banyak memiliki andil dalam membentuk cara berpikir saya yang bisa saya katakan kompleks. Kenapa? Sebagian dari mereka masih membawa hegemoni masa lalu, ada yang sangat berusaha untuk menciptakan sedemikian rupa keadaan saat ini sehingga bisa dibanggakan dimasa yang akan datang dan dapat mengimbangi cerita sebagian dari mereka tadi yang begitu membanggakan masa lalu, walaupun kadang melupakan etika proses. Yang paling menarik perhatian saya, ada yang berusaha menjaga tradisi namun selalu mampu menyesuaikan diri untuk tidak juga habis dilibas perkembangan jaman, seperti mampu memilih rumus yang tepat dari sekian banyak rumus benar untuk menghasilkan angka 4 (kenapa angka 4? sudahlah, kita bahas itu nanti. jangan semuanya disini).

Sangat mewakili tiga kelompok besar dalam sosial kemasyarakatan kita;

Anak-anak sampai remaja akan begitu fokus dengan masa depan mereka, orang-orang muda produktif akan sangat reaslistis dan cenderung egois dalam menjalani hidup sambil sesekali menatap masa depan, dan orang-orang tua akan membagikan cerita masa lalu mereka dengan bangga, atau bahkan dengan kesedihan yang akhirnya dibanggakan karena mampu bertahan.

Yang saya jabarkan diatas selalu mampu menghabiskan waktu saya sambil membiarkan saya, pikiran saya, dan perasaan saya,seolah-olah sedang berdebat dalam satu ruang kecil, disudut paling hening dan paling pedalaman. Sialnya, sampai sekarang belum saya temukan apa yang saya cari perdebatan itu. Apa yang saya cari? Ya Tuhan...itu pun belum saya mengerti.

Butuh waktu sekian lama untuk bisa kembali kesini dan.....

Akhirnya saya memilih untuk mencoba menjadi simpul dari itu semua. Lebih mendamaikan pedalaman ternyata.

Menjaga tradisi penting, karena komunitas yang hebat adalah komunitas yang mampu menjaga tradisi sehingga akan selalu menjadi cerminan ketika yang meneruskan keberlangsungan suatu komunitas mulai melupakan hakikat komunitas itu sendiri. Disamping itu, memiliki visi yang hebat juga merupakan hal yang tidak kalah penting. Orang-orang hebat di masing-masing masa, terkenal dengan visinya yang hebat. Visi yang membuat kita mampu memperkirakan dan akhirnya mampu melakukan satu proses penting di masa peralihan ini, yaitu proses menyesuaikan diri. Tak perlu saya jabarkan apa akibat dari tidak mampunnya seseorang, sesuatu, atau bahkan suatu komunitas dalam menyesuaikan diri. Sederhana, ingat saja hewan purba.

Menjaga tradisi, memiliki visi yang baik, akan menjadi titik balik kehidupan kita sekalian ke arah yang lebih bijaksana jika kita membijak dalam melangsungkan kehidupan kita saat ini. Tradisi akan mampu kita jaga dan tetap dapat mewujudkan visi hebat kita dengan semua yang sedang kita lakukan sekarang.

Biasakan diri untuk mencintai sebuah kompetisi bukan sebagai ajang unjuk hebat, tetapi sebagai satu proses untuk selalu memperbaharui kemapanan diri kita...





#Terima kasih Matto.. i love you 3000

Komentar