Tulisan kedua disini, baiklah..mari kita coba. Sekian tahun hidup dalam lingkungan orang-orang yang isi kepalanya sangat beragam, sedikit banyak memiliki andil dalam membentuk cara berpikir saya yang bisa saya katakan kompleks. Kenapa? Sebagian dari mereka masih membawa hegemoni masa lalu, ada yang sangat berusaha untuk menciptakan sedemikian rupa keadaan saat ini sehingga bisa dibanggakan dimasa yang akan datang dan dapat mengimbangi cerita sebagian dari mereka tadi yang begitu membanggakan masa lalu, walaupun kadang melupakan etika proses. Yang paling menarik perhatian saya, ada yang berusaha menjaga tradisi namun selalu mampu menyesuaikan diri untuk tidak juga habis dilibas perkembangan jaman, seperti mampu memilih rumus yang tepat dari sekian banyak rumus benar untuk menghasilkan angka 4 (kenapa angka 4? sudahlah, kita bahas itu nanti. jangan semuanya disini). Sangat mewakili tiga kelompok besar dalam sosial kemasyarakatan kita; Anak-anak sampai remaja akan begitu fokus dengan masa...
Judulnya memang mirip salah satu masterpiace Mas Pram, tak mengapa..memang saya pengagumnya, hehehe. Berkali-kali disarankan untuk membuat blog sederhana, tapi seringkali merasa belum perlu. "Yaaa, mana kita tahu perlu/belum perlu kalau kita belum mencoba", pernah terlintas dikepala waktu itu saat sedang 'santai' di toilet (ditemani bacaan favourite akan membuat suasana di dalamnya begitu menyenangkan 😅 - mungkin perlu kalian coba) Kata Mas Pram, "menulis adalah bekerja untuk keabadian". Bagaimana bisa kalimat sederhana seperti itu bisa begitu membekas? Ternyata benar, sekalipun tulisan kita tidak sebaik dan sehebat mereka yang hebat..setidaknya kita merasa abadi dengan cara kita (seolah-olah) menuangkan diri dalam tulisan sederhana kita. Sekecil-kecilnya, sesederhanya, tulisan kita jika berangkat dari kemurnian, pasti akan membawa satu hal baik, sekalipun masih sangat kecil. Hebatnya, saat jari-jari saya mengetik baris ini..tanpa sadar senyum terbersit ka...